Cara Memaksimalkan Media Sosial Untuk Belajar dengan PLE

R&D Insight

Media sosial selain digunakan sebagai media unjuk diri dan tetap up-to-date dengan informasi terkini, ternyata juga memberikan banyak ilmu untuk dipelajari. Baik ilmu yang sifatnya akademis atau scientific maupun tips dan trik yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Apakah kamu sudah menggunakan media sosial sebagai tempat belajar? Kalau belum, ini adalah saat yang bagus untuk memulai! Kalau pun sudah, kamu tetap perlu membaca artikel ini sampai tuntas untuk menyimak, bagaimana cara memaksimalkan media sosial sebagai Personal Learning Environment (PLE).

Kenapa Kita Perlu Memanfaatkan Media Sosial untuk Belajar

Sejumlah riset dan penelitian telah membuktikan, media sosial punya dampak yang positif untuk dipakai sebagai media belajar. Tidak hanya sebagai media eksis, sosial media kini sudah berkembang untuk menjadi sarana setiap orang mencari dan membagikan insight, karena:

  1. Media sosial bersifat up-to-date dengan topik atau tokoh yang baru dan berkembang di bidang yang kita minati.
  2. Dapat menghubungkan dengan orang-orang di dalam atau luar lingkaran kita, memunculkan percakapan dan b mengarah ke inovasi. 
  3. Membuat kita lebih tertarik belajar dan meningkatkan critical thinking
  4. Self-directed learning: meningkatkan kemandirian dalam belajar
  5. Bisa bikin kita lebih enjoy dengan proses belajar 
  6. Mendukung proses meta-kognitif kita, interaksi yang reflektif, dan problem solving
  7. Belajar jadi lebih efektif karena kita belajar secara aktif, bukan pasif

Lalu bagaimana cara kita memaksimalkan media sosial untuk belajar?

Apa Itu Personal Learning Environment (PLE)

Personal Learning Environment (PLE) adalah teknologi atau fitur dalam Web 2.0 dan media sosial yang memungkinkan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. Secara ideal PLE dicirikan sebagai tools atau fitur dengan ciri kolaboratif, open-source, customable, stduent-centered, distribusi konten yang tak terbatas, dan menjembatani ke institusi pendidikan. Contoh PLE yang mungkin sudah kamu gunakan sehari-hari adalah fitur save, google drive sebagai alat dokumentasi, microblog, dan lain sebagainya.

PLE tidak hanya berhenti pada definisi tadi, terdapat juga konsep turunan yang menjadi kategori dalam proses belajar yang terdiri dari:

  • Knowledge Acquisition

Pernah membaca thread di twitter yang membahas tentang rumus-rumus excel di dunia kerja? Atau membaca postingan berupa insight dari praktisi lewat LinkedIn? Ini artinya kamu sudah melakukan PLE dalam media sosial, dengan cara membaca / memperoleh pengetahuan!

Contoh Knowledge Acquisition
Contoh Knowledge Acquistion lewat Thread Twitter

Semakin banyak postingan dan insight yang kamu baca, artinya semakin sering kamu melakukan Knowledge Acquistion.

  • Knowledge Sharing & Curation

Pernah membagikan hasil baca buku atau pengalaman mengikuti webinar? Itu artinya kamu sudah melakukan Knowledge Sharing dengan membagikan pengetahuan yang kamu dapatkan. Knowledge Sharing bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan berbagai fitur posting mulai dari yang sederhana dan less effort seperti Story di Instagram dan single tweet di Twitter.

Berbeda dengan Knowledge Curation, yang artinya mengumpulkan, mengkurasi, atau memilih topik yang menjadi interest mu dari berbagai media sosial dan blog website. Kamu bisa melakukannya dengan mengikuti hashtag topik tertentu pada Instagram, LinkedIn, dan Twitter, atau menggunakan tools seperti Flipboard, Curata, dan bot twitter @SaveToNotion serta masih banyak lainnya.

Contoh Knowlege Curation
Contoh implementasi Knowledge Curation pakai Flipboard

  • Knowledge Storing

Knowledge Storing bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan fitur save pada Instagram, Twitter, LinkedIn, YouTube, bahkan TikTok. Beberapa media sosial juga memungkinkan untuk mengelompokan kategori save sesuai konteks. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mencari konten yang sesuai dengan kebutuhanmu di kemudian hari.

Jika kamu belum punya banyak waktu untuk membaca atau menyimak konten sampai habis, mulailah membiasakan untuk masukan ke fitur Save atau Watch Later.

  • Collaborative Learning

Interaksi berupa komentar dan posting ulang dengan tambahan informasi, adalah bentuk Collaborative Learning dalam PLE di media sosial. Ketika orang lain memberikan feedback dan opini nya pada suatu postingan, maka Collaborative Learning akan muncul secara natural.

Apakah kamu juga suka membaca kolom komentar pada postingan di media sosial? Kalau iya, cobalah untuk tidak hanya membaca tapi juga berpendapat agar semakin melebarkan Collaborative Learning!

Baca lebih lanjut tentang Cara Menerapkan Collaborative Learning di Lingkungan Kerja

  • Content Creation

Selain menjadi pembaca, kamu juga bisa membuat konten di platform media sosialmu dengan konten tertulis seperti microblog, video seperti reels dalam instagram, tiktok, dan youtube, artikel atau blog di website, dan masih banyak lainnya.

Kamu bisa membagikan insight sesuai topik yang kamu minati, karena dengan membagikan insight tentang suatu topik, kita akan semakin paham!

  • Learning Task & Time Management

Jangan lupa ketika kamu sudah mengkurasi atau menyimpan konten yang mau dibaca, plotting waktu khusus untuk membaca dan mereview ulang. Kamu bisa manfaatkan tools seperti Readwise yang bisa menyimpan poin-poin penting sekaligus mengirimkan reminder melalui email untuk membaca lagi.

Kesimpulan

Personal Learning Environment / PLE adalah teknologi dalam web 2.0 dan media sosial berupa fitur yang dapat membantu seseorang untuk mengatur / mengkustom proses pembelajarannya. Ada berbagai cara atau proses PLE yang bisa kamu coba untuk memaksimalkan proses belajar.

Jika teman-teman ingin tau lebih banyak seputar proses belajar, kunjungi artikel Binar di Topik Belajar R&D Insight. Ingin belajar untuk tingkatkan skill teknis di bidang Tech? Yuk coba lihat-lihat 12 topik Bootcamp Binar mulai dari UI/UX, Fullstack Web Development, BI Analyst, DevOps, Quality Assurance, dan masih banyak lainnya!

Artikel Rekomendasi