6 Cara Mengatur Keuangan untuk Freelancer, Wajib Tau!

Soft Skills
cara-mengatur-keuangan-freelancer
Source: Michael Longmire on Unsplash

Binar Academy — Kamu pekerja lepas atau freelancer? Pastinya merasakan banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan karyawan atau pekerja kantoran ya! Pasalnya seorang freelancer memiliki waktu maupun tempat kerja yang lebih fleksibel, selama mereka bisa memenuhi kewajiban kerjaan dari klien sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Tetapi, bagaimanapun juga, ada sejumlah tantangan finansial yang harus dihadapi para pekerja freelance. Tantangan-tantangannya; apalagi kalau bukan masalah perencanaan keuangan~

Penghasilan para pekerja freelance sifatnya tidak tetap, dan risiko kehilangan pendapatan juga cukup tinggi.

Menurut Financial Planning Standards Boards Indonesia, perencanaan keuangan bisa diartikan sebagai proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terintegrasi dan terencana.

tips-mengatur-keuangan-freelance
Source: Christine Roy on Unsplash

Tujuan finansial yang dimaksud tentu saja meliputi banyak hal; bisa berupa persiapan dana pendidikan bagi anak, dana hari tua dan pasangan hidup, dana untuk membeli rumah, warisan bagi keluarga, dana untuk beribadah haji dan persiapan dana lain-lainnya.

Pada intinya, mereka yang digolongkan sebagai freelancer bisa jadi memiliki profesi yang beragam. Seniman, dokter, konsultan, atlet, hingga influencer di media sosial bisa dikatakan sebagai pekerja lepas.

Lantas, seperti apa sih cara mengatur keuangan untuk seorang freelancer? Simak tips lengkapnya di bawah ini ya Binarian!

Cara Mengatur Keuangan untuk Pekerja Freelance

1. Pemasukan memang bervariasi, namun usahakan pengeluaran tetap stabil

Source: Xialong Wong on Unsplash

Pendapatan para freelancer mungkin tidak tetap, namun usahakan dengan baik agar kamu memiliki rata-rata pengeluaran yang bersifat tetap.

Hindari pengeluaran besar yang sebenarnya bukan bersifat kebutuhan utama dan pastikan pengeluaran stabil setiap bulannya.

Lakukan pencatatan pengeluaran dengan rincian seperti di bawah ini, baik secara bulanan atau tahunan:

  • Pengeluaran wajib seperti membayar pajak dan utang
  • Pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman, hingga kebutuhan operasional rumah sehari-hari
  • Pengeluaran untuk memenuhi tujuan finansial seperti investasi (jangka panjang dan pendek)
  • Pengeluaran untuk proteksi seperti pembayaran premi asuransi
  • Pengeluaran yang bersifat keinginan seperti pengeluaran untuk gaya hidup, hobi, traveling, layanan streaming, dan lain sebagainya.

Ketika melakukan pencatatan pengeluaran, semakin detail pencatatan maka semakin baik pula kamu mengetahui posisi keuangan saat ini. Dengan mengetahui pengeluaran rutin per bulan, maka kita bisa memproyeksikan target penghasilan minimal kita untuk setiap bulan dan tahun.

2. Disiplin dalam melakukan perhitungan pajak

Source: Markus Winkler on Unsplash

Pekerja freelance bukanlah pegawai, oleh karena itu mereka sendirilah yang harus mencatat seluruh pendapatan yang diterima selama setahun. Ada beberapa cara yang bisa dimanfaatkan para pekerja freelance untuk menghitung pajaknya.

• Pajak untuk perorangan

Anggap saja seorang konsultan hukum berstatus lajang memiliki penghasilan rata-rata Rp 16 juta per bulan atau Rp 200 juta jika disetahunkan. Bila Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) adalah 50%, dan PTKP TK/0 sebesar Rp 54 juta, maka penghasilan kena pajaknya adalah:

Penghasilan Neto: Penghasilan setahun x 50%
(Rp 200 juta x 50% = Rp 100 juta)

Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan Netto - PTKP
(Rp 100 juta - Rp 54 juta = Rp 46 juta)

PPh 21 yang harus dibayar setahun adalah Rp 46 juta x 5% = Rp 2,3 juta

• Pajak untuk badan usaha

Di masa yang akan datang, apabila orang yang bersangkutan ingin melakukan penghematan dalam pembayaran pajak, maka mereka pun bisa menggunakan sistem perpajakan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Syaratnya, mereka harus mendirikan sebuah badan usaha berbentuk Persekutuan Komanditer (CV) atau Perseroan Terbatas (PT).

Perhitungan pajak dari badan usaha ini tidak menggunakan NPPN, melainkan lewat pembukuan. UMKM yang memiliki peredaran omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam satu tahun pajak akan dikenai pajak final 0,5% saja.

Akan tetapi untuk CV, masa berlaku pembayaran pajak ini adalah selama empat tahun, sementara itu untuk PT adalah tiga tahun.

Setelah masa PPh Final, maka kamu wajib tuh membuat pembukuan kembali dan menjadi wajib pajak normal~

Contohnya gini:
Kamu sebagai pekerja lepas mendirikan CV untuk jasa desain grafis dan dari CV tersebut kamu menghasilkan omzet sebesar Rp 20 juta per bulan. Maka, dalam sebulan, pajak yang harus dibayarkan adalah Rp 20 juta x 0,5% = Rp 100 ribu.

Sebagai wajib pajak, kamu tentu tidak hanya wajib membayar pajak. Kamu harus melaporkan pembayarannya, melaporkan aset, serta utang.

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi pajak kamu adalah, dengan meningkatkan tabungan dana pensiun, membayar zakat, dan berinvestasi di instrumen keuangan dengan pajak final.

3. Menyiapkan dana darurat

Walaupun penghasilan seorang pekerja freelance tergolong besar, namun sebagai pekerja freelance, potensi risiko hilangnya pendapatan yang dialami tentu lebih besar ketimbang para karyawan kantoran. Oleh karena itu, ada baiknya bagi kamu untuk menyediakan dana darurat yang lebih besar ketimbang karyawan yang mendapat penghasilan tetap per bulan.

Bagi kamu yang masih lajang, menyediakan enam kali pengeluaran bulanan tidaklah salah. Namun bila sudah berumah tangga dan memiliki tanggungan, tak ada salahnya menyediakan dana darurat lebih dari setahun (12 kali pengeluaran bulanan).

4. Pastikan memiliki jaminan kesehatan

Source: Robina Weermeijer on Unsplash

Dilansir dari riset Willis Tower Watson, disebutkan bahwa kenaikan biaya kesehatan di Indonesia mencapai 10% per tahun.

Sementara itu, melihat data Inflasi Indonesia Menurut Kelompok Pengeluaran yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Juli hingga Agustus 2020, Indonesia mengalami deflasi. Namun pengeluaran untuk kesehatan justru naik 0,29% di Juli, 0,06% di Agustus, dan 0,16% di September 2020. Kenaikan biaya inipun menyebabkan inflasi tahun kalender untuk kategori pengeluaran kesehatan naik 2,13% di tahun 2020.

Melihat biaya kesehatan yang terus naik, maka sangat berisiko bila kita semua tidak memiliki jaminan kesehatan. Kita bisa saja kehilangan uang yang besar saat harus menjalani proses rawat jalan, rawat inap, atau operasi.

Ada baiknya untuk memiliki BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan swasta. Kedua jaminan kesehatan ini memiliki fungsi yang saling mengisi.

Source: Jenny Hill on Unsplash

Dengan premi yang lebih murah secara umum, manfaat BPJS Kesehatan memang lebih lengkap daripada asuransi kesehatan. Sebab, BPJS meng-cover hampir seluruh penyakit dan tidak memberlakukan pre-existing condition.

Namun untuk kenyamanan dan fleksibilitas dalam berobat, asuransi kesehatan swasta tentu sangat bisa diandalkan. Asuransi kesehatan juga bisa digunakan baik di luar kota maupun luar negeri, selama rumah sakit yang dituju bekerja sama dengan asuransi swasta yang kamu punya.

5. Hitung besaran premi asuransi jiwa dengan pendekatan pengeluaran bulanan

Source: Ulises Baga on Unsplash

Jika kamu ada tanggungan atau utang, maka pastikan kamu terlindungi dengan asuransi jiwa. Saat kamu meninggal dunia, maka uang pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa akan cair dan bisa digunakan untuk biaya hidup keluarga yang kita tinggal.

Manfaatkan perhitungan expense based value (EBV) untuk menghitung besaran UP yang kita butuhkan. Berikut adalah rumus dari EBV.

UP = Pengeluaran bulanan x 12
Asumsi bunga deposito

Contoh perhitungan: 
Mas Gun adalah seorang desainer grafis freelance dengan penghasilan rata-rata per bulan yang mencapai Rp 15 juta, dan pengeluaran rutin Rp 9 juta per bulan. Jika asumsi bunga deposito adalah 4%, maka berapakah UP yang seharusnya dimiliki Mas Gun?

UP = Rp 9 juta x 12 = Rp 108 juta = Rp 2,7 miliar
                  4%                 0,04

Dengan demikian, dana sebesar Rp 2,7 miliar adalah uang pertanggungan ideal yang harus didapatkan keluarga apabila Mas Gun meninggal dunia atau mengalami musibah yang menyebabkan dirinya tak bisa lagi memberikan nafkah untuk keluarga.

Setelah itu, cari dan pilihlah asuransi jiwa yang bisa memberikan polis dengan uang pertanggungan dengan nominal tersebut.

6. Berinvestasi pada instrumen investasi yang memberi imbal hasil tetap dan tumbuh

Source: Tierra Mallorca on Unsplash

Jika dilihat dari imbal hasilnya, investasi dibedakan menjadi dua yaitu yang bisa memberikan pendapatan tetap berupa pembayaran imbal hasil pasti yaitu bunga rutin per bulan, dan instrumen pertumbuhan yang tak memberikan bunga tapi memberikan capital gain ketika dijual lagi.

Instrumen pendapatan tetap seperti deposito atau surat berharga negara maupun korporasi, sangat berguna untuk menjaga kesehatan arus kas bulanan pekerja freelance. Karena, bunga yang dibayarkan dari instrumen itu akan menjadi pendapatan pasif yang tentunya menambah jumlah pemasukan per bulan.

Sementara itu, instrumen pertumbuhan seperti reksa dana, saham, atau logam mulia, sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan finansial pekerja freelance dalam jangka pendek, menengah, atau panjang, seperti untuk membeli rumah, menyelenggarakan pesta pernikahan, mempersiapkan kebutuhan anak yang akan lahir, atau biaya pendidikan anak, hingga menyediakan dana pensiun.

Para pekerja freelance sebaiknya menulis tujuan-tujuan keuangan dalam jangka pendek hingga panjang dengan rinci. Agar kemudian dapat ditentukan instrumen investasi mana yang paling sesuai dengan profil risiko investasi yang dimiliki.

Source: Bady Abbas on Unsplash

Itu dia penjabaran lengkap seputar cara mengatur keuangan untuk freelancer yang bisa kamu ketahui, Binarian! Mengingat pemasukan freelance yang kadang tidak menentu, ada baiknya kamu memiliki perencanaan keuangan yang baik demi keuntungan di masa yang akan datang yaa!

Artikel Rekomendasi

Gabung Newsletter Binar Academy

Dapatkan informasi menarik tentang industri digital dan penawaran dari kami setiap minggunya
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.